Rabu, 23 Desember 2009

Pesta Lomban Jepara 2009 Berlangsung Meriah


Pesta Lomban, merupakan perayaan nelayan Jepara, dengan melarung atau menceburkan kepala kerbau dan beberapa sesaji ke tengah laut. Pesta ini diselenggarakan setiap hari ke delapan pada bulan syawal, atau syawalan. Dengan melarung kepala kerbau dan sesaji ini, nelayan berharap dapat mendapat berkah rizki dari laut selama satu tahun kedepan.

Kepala kerbau beserta sesaji yang telah diletakkan dalam perahu kecil, dibawa dari tempat pelelangan ikan, TPI Ujung Batu, menuju ke tengah laut. Ribuan warga turut menyaksikan dari pinggir laut prosesi pelarungan kepala kerbau itu. Puluhan kapal nelayan yang ditumpangi warga, juga turut mengikuti kapal yang mebawa sesaji dari belakang.

Setelah pelarungan kepala kerbau selesai dilakukan, acara dilanjutkan dengan pesta ketupat lepet yang diselenggarakan di pantai Kartini Jepara. Ketupat dan lepet dibuat menyerupai dua gunung berwarna putih dan hitam, yang juga melambangkan ada kebaikan dan keburukan di muka bumi ini.

Dalam pesta ketupat lepet itu, bupati jepara, hendro martojo diberi kesempatan untuk memotongnya secara simbolik, setelah itu warga dipersilahkan mengambil ketupat dan lepet secara bebas. Ratusan warga yang ada di lokasi pun langsung menyerbu gunungan ketupat lepet yang ada di depannya. Dalam sekejap ketupat lepet itu langsung habis diambil warga. Warga berkeyakinan, jika bisa mengambil ketupat dan lepet tersebut, akan mendapat berkah berkah rizki. Sebagaimana disampaikan Daryono, warga Jepara ini berharap mendapatkan berkah dari ketupat dan lepet yang dibuat peseta tersebut.

Pesta lomban di Jepara ini, awalnya adalah pestanya nelayan, namun dalam perkembangannya pesta ini telah menjadi milik seluruh masyarakat. Pesta ini merupakan puncak acara syawalan yang diselenggarakan pada tanggal 8 syawal, atau satu minggu setelah lebaran Idul Fitri.

Bupati Jepara, Hendro Martojo mengatakan, pesta lomban ini sebenarnya telah ada sejak satu abad silam. Semula memang milik nelayan, namun saat ini selain milik nelayan, juga telah dicanangkan menjadi salah satu budaya di Jepara. Dikatakan oleh hendro, pesta Lomban ini merupakan bentuk rasa syukur warga kepada Sang pencipta, yang telah banyak memberikan rizki melalui laut yang luas ini. Dengan menyelenggarakan pesta lomban setiap tahun ini, nelayan dan juga masyarakat Jepara diharapkan akan mendapatkan rizki yang lebih banyak lagi satu tahun kedepan.

Pemerintah kabupaten Jepara sendiri, saat ini telah menjadikan pesta lomban ini menjadi salah satu seni budaya, yang juga telah menyedot perhatian dari banyak warga. Tidak hanya warga Jepara saja yang tertarik untuk melihat prosesi pelarungan kelapa kerbau dilaut itu, namun para pengunjung dari luar kota pun juga tertarik untuk melihat pesta ini.

Miss Nuri Nourisher Ngasih Untung



Miss Nuri Nurisher Ngasih untung, Bagi-bagi Rezeki kepada Tuan Toko, yang memajang Sunsilk Conditioner dengan varian lengkap dan pajangan rapi.Salah satu Event Radio Prima juga dalam pertengahan tahun 2009 ini, Setiap pasar Jepara dan kudus diambil 3 Tuan toko yang berhasil memenangkan dan memajang rapi Sunsilk conditioner. Kegiatan ini Sekalian promo sunsilk conditioner, juga bagi-bagi rezeki kepada penjual dan pembeli yang tiba-tiba kedapatan membeli sunsilk conditioner dengan ikon salah satu miss nuri yang terpilih melalui audisi rambut yang panjang, lembut dan sehat di Radio Prima. Penjual yang beruntung didatangi miss nuri untuk mendapatkan rezeki tiba-tiba dan ambahan rezeki jika bisa menjawab pertanyaan yang akan diajukan miss nuri. Kegiatan ini berlangsung di Kudus dan jepara, yang diambil pasar-pasar dan tuan toko yang terpilih.

Grebeg Rumah bagi-bagi Rezeki




Setelah memberikan hadiah kepada penjual-penjual , hm.. tiba ni giliran para konsumen untuk didatangi langsung artis KDI dengan membawa rezeki dan bingkisan. Usai Grebeg pasar, semua TIM mendatangi dan mengujungi langsung ke rumah-rumah para pembeli , dengan menunjukkan Bungkus/ produk dan menjawab salah satu pertanyaan dari TIM Grebeg rumah, para konsumen langsung mendapatkan kejutan berupa uang tunai dan bingkisan langsung. Rasa bahagia dan Senang terpancar pada para konsumen yang berhasil didatangi. Total 40 rumah yang dikunjungi di Jepara ini.

BIg Band GREBEG Pasar TPI Bersama Lifebouy shampoo




Ini ni.. yang ditunggu , setelah roadshow dan membagikan hadiah dan bingkisan kepada tuan toko yang memajang dengan rapi dan variant lengkap di pasar-pasar yang ada di Jepara, satu pasar diambil tuan toko yang ikut dalam acara Grebeg pasar TPI. Dalam bigband ini tampil artis-artis KDI yang menghibur orang-orang jepara, terutama masyarakat disekitar pasar Mlonggo. Ada banyak games dan hadiah. Salah satunya stand penjualan dengan mendapatkan hadiah lagsung/Ruffle dengan hadiah yang beraneka ragam, dan keberuntungan satu tuan toko di pasar dalam bigband TPI, berjualan lifebouy shampoo dengan didampingi salah satu artis KDI.

Grebeg Pasar Bersama Lifebouy shampoo


Event satu ini merupakan aspresiasi dan penganegerahan kepada penjual-penjual yang selalu mendistribusikan, menawarkan, meningkatkan Penjualan salah satu produk yang dimiliki oleh salah satu perusahaan terutama dalam event ini Lifebouy Shampoo. Memang untuk meningkatkan salah satu penjualan , syarat penting adanya suatu promosi. Dalam Event ini Promosi langsung ditujukan kepada penjual dengan cara memberikan hadiah berupa uang tunai dan bingkisan dari Lifebouy shampoo. Dengan teknik Grebeg pasar dan mengundang konsumen untuk membeli dan menawarkan produk lifebouy shampooo. Banyak Banget hadiah yang diberikan, Dalam kota Jepara ini, ada 8 pasar dan 80 tuan toko yang berlomba-lomba untuk memajang dengan rapi Lifebouy shampoo untuk memenangkan uang tunai dan berkesempatan tampil dalam puncak grebeg pasar bareng artis KDI.

Selasa, 22 Desember 2009

Durian Hj. Gipah Juara 1 Lomba Durian 2009


Durian milik Hj. Gipah Kecapi Tahunan, kembali menjadi juara 1 dalam lomba durian yang diadakan oleh Dinas Pertanian Dan Peternakan (Distanak) kabupaten Jepara, di JTTC, Selasa kemarin. Lomba durian tahun ini diikuti oleh 112 peserta. Selain lomba durian, Distanak juga mengadakan lomba dan bazar hasil – hasil pertanian dan peternakan.

Berbagai jenis durian yang didatangkan dari berbagai desa di Jepara selasa kemarin ditumpuk di atas meja di halaman JTTC untuk diadu kenikmatannya dalam lomba durian yang diadakan oleh Dinas pertanian dan peternakan kabupaten Jepara. Mulai dari rasa, bau, serta ketebalan daging, diteliti satu – persatu untuk mendapatkan durian yang paling nikmat.

Dengan berbagai keunggulan di setiap kategori, durian yang dibawa Hj. Gipah dari desa Kecapi kecamatan Tahunan akhirnya dipilih sebagai juara pertarma dalam lomba tersebut. Juara kedua diberikan kepada Sokib, durian dari desa rengging, dan juara ketiga juga dari desa Renggeging yang dibawa oleh Nor kholis.

Kemenangan Gipah dalam lomba durian tidak hanya tahun ini saja. Hampir setiap lomba durian, Gipah selalu menjadi juara. Tahun ini Gipah mengikuti lomba durian dengan mengatasnakan cucunya yang bernama Elsa. Keunggulan durian milik Gipah sehingga selalu menjadi juara karena rasa manis bercampur pahit yang sangat khas. dagingnya juga tebal, serta bijinya kecil. Durian milik Gipah itu merupakan durian Petruk, khas Jepara.

Sementara itu, kepala Distanak kabupaten Jepara, Wasiyanto mengatakan, lomba durian dan bazar hasil pertanian ini merupakan kegiatan tahunan. Pelaksanaan lomba selalu ditepatkan dengan musim durian yang selalu jatuh pada akhir tahun.

Wasiyanto menambahkan, dengan adanya lomba durian dan bazar hasil pertanian ini diharapkan akan meningkatkan kemandirian petani di Jepara. Dalam lomba durian kali ini diikuti oleh 112 peserta, sementara lomba tanaman hias ada 30 peserta dan lomba kambing etawa diikuti oleh 100 ekor. (Prima Headline News)

pameran batik peringati hari ibu


Tanggal 22 Desember diperingati sebagai hari ibu. Berbagai acara dilakukan untuk memeringati hari yang sangat bermakna bagi para kaum hawa ini. Di Jepara, peringatan hari ibu dilakukan dengan pameran batik asli Jepara dan demo membuat batik. Batik asli Jepara merupakan tinggalan dari Raden Ajeng Kartini.

Pemilihan demo, dan pameran batik dalam peringatan hari ibu, merupaakan pilihan tepat. Sebagai salah satu budaya Indonesia, batik merupakan hasil dari sebuah proses panjang yang sebagian besar dilakukan oleh para ibu.

Dihari ibu selasa 22 Desember kemarin, berbagai motif batik asli Jepara dipamerkan oleh para model. batik dimodifikasi menjadi pakaian dengan segala usia. Tidak hanya busana ukuran orang dewasa yang bisa menggunakan kain batik, namun anak-anakpun saat ini bisa mengenakan pakaian batik.

Penyelenggara kegiatan yang juga pemilik Sanggar Hati, Yanti Sujatmiko mengatakan, dalam memperingati hari ibu ini sengaja batik dipilih sebagai isu utama. Menurutnya, proses membuat batik sangat identik dengan pekerjaan ibu. Mulai dari proses pencantingan, pewarnaan, bahkan sampai penjualan di pasarpun juga mayoritas dilakukan oleh ibu.

Lebih lanjut Yanti mengatakan, di Jepara, batik sebenarnya menjadi salah satu karya asli yang telah diwariskan oleh RA Kartini. Pada zaman Kartini, batik Jepara tidak hanya terkenal di dalam negeri saja, namun sudah tersohor sampai ke Eropa.

Yanti menambahkan, dengan adanya pameran batik dalam moment – moment penting seperti hari ibu tersebut, diharapkan masyarakat Jepara akan kembali mengenal batk warisan kartini dan juga batik Jeapra akan kembali jaya. (Prima Headline News)