Kepala kerbau beserta sesaji yang telah diletakkan dalam perahu kecil, dibawa dari tempat pelelangan ikan, TPI Ujung Batu, menuju ke tengah laut. Ribuan warga turut menyaksikan dari pinggir laut prosesi pelarungan kepala kerbau itu. Puluhan kapal nelayan yang ditumpangi warga, juga turut mengikuti kapal yang mebawa sesaji dari belakang.
Setelah pelarungan kepala kerbau selesai dilakukan, acara dilanjutkan dengan pesta ketupat lepet yang diselenggarakan di pantai Kartini Jepara. Ketupat dan lepet dibuat menyerupai dua gunung berwarna putih dan hitam, yang juga melambangkan ada kebaikan dan keburukan di muka bumi ini.
Dalam pesta ketupat lepet itu, bupati jepara, hendro martojo diberi kesempatan untuk memotongnya secara simbolik, setelah itu warga dipersilahkan mengambil ketupat dan lepet secara bebas. Ratusan warga yang ada di lokasi pun langsung menyerbu gunungan ketupat lepet yang ada di depannya. Dalam sekejap ketupat lepet itu langsung habis diambil warga. Warga berkeyakinan, jika bisa mengambil ketupat dan lepet tersebut, akan mendapat berkah berkah rizki. Sebagaimana disampaikan Daryono, warga Jepara ini berharap mendapatkan berkah dari ketupat dan lepet yang dibuat peseta tersebut.
Pesta lomban di Jepara ini, awalnya adalah pestanya nelayan, namun dalam perkembangannya pesta ini telah menjadi milik seluruh masyarakat. Pesta ini merupakan puncak acara syawalan yang diselenggarakan pada tanggal 8 syawal, atau satu minggu setelah lebaran Idul Fitri.
Bupati Jepara, Hendro Martojo mengatakan, pesta lomban ini sebenarnya telah ada sejak satu abad silam. Semula memang milik nelayan, namun saat ini selain milik nelayan, juga telah dicanangkan menjadi salah satu budaya di Jepara. Dikatakan oleh hendro, pesta Lomban ini merupakan bentuk rasa syukur warga kepada Sang pencipta, yang telah banyak memberikan rizki melalui laut yang luas ini. Dengan menyelenggarakan pesta lomban setiap tahun ini, nelayan dan juga masyarakat Jepara diharapkan akan mendapatkan rizki yang lebih banyak lagi satu tahun kedepan.
Pemerintah kabupaten Jepara sendiri, saat ini telah menjadikan pesta lomban ini menjadi salah satu seni budaya, yang juga telah menyedot perhatian dari banyak warga. Tidak hanya warga Jepara saja yang tertarik untuk melihat prosesi pelarungan kelapa kerbau dilaut itu, namun para pengunjung dari luar kota pun juga tertarik untuk melihat pesta ini.






